Ciptakan santri terampil, ponpes di Majalengka ini miliki lima unit usaha 

Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang berlokasi di Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat memiliki seribu lebih santri.

Update: 2025-07-28 17:34 GMT
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang berlokasi di Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat memiliki seribu lebih santri.

Ponpes ini merupakan salah satu pesantren yang memilki konsep dapat menciptakan santri yang bener, pinter dan parigel (memiliki keterampilan). Tak heran jika di pondok pesantren tempat lahirnya pahlawan nasional KH. Abdul Halim ini, sedikitnya memiliki 5 unit usaha yang sebagian jadi ekstrakulikuler para santrinya.

Di Ponpes Santi Asromo, bagi santri yang sudah menginjak kelas X atau menginjak SMA, mereka sudah bisa memilih ekstrakurikuler yang berkaitan dengan enterpreneur seperti hidroponik, bioflok, tata boga dan ternak ayam Sentul. Sementara  unit usaha lain yang dikelola oleh pesantren yaitu mini market dan guest house.

"Kegiatan unit usaha di pondok ini sebenarnya konsepnya ingin menciptakan santri yang parigel sesuai dengan visi dan misi dari pondok kami yaitu bener pinter parigel seperti itu," jelas Penanggung Jawab Unit Usaha Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo Kabupaten Majalengka, Afijaimah Sofiati, S.Ag, M.Pd, Sabtu (26/7/2025).

Afi juga menjelaskan, adanya unit usaha di Pontren Santi Asromo dalam pengelolaannya turut serta melibatkan para santri.

"Jadi kami menciptakan unit unit usaha yang kemudian santri turut serta untuk mengelolanya, kita dari unit usaha ini sudah ada beberapa unit yang kita kembangkan dari mulai mini market, bioflok, hidroponik. Dan yang terbaru peternakan ayam, kemudian produk olahan, produk olahan kami bahkan yang namanya Kopi Santren sudah banyak disukai orang," paparnya.

"Bahkan Kemarin kita pernah ikutan pameran di bazar GOW Majalengka ya Alhamdulillah responnya baik untuk produk produk tersebut. Dan itu semua dibelajarkan kepada santri dan santri yang mengelolanya," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Senin (28/7). 

Sementara untuk santri yang melaksanakan ekstrakurikuler sesuai minatnya baik ke bioflok, hidroponik, tata boga, akan turun ke lapangan, sesuai jadwalnya yaitu hari Kamis. 

"Yang terpenting bagaimana kita menciptakan ruang bagaimana santri itu terbekali saat keluar dari sini tidak hanya pinter secara akademik, pinter ngaji, tapi juga pinter secara enterpreneur," urainya

Lebih dari itu kata dia, unit usaha pondok semuanya akan kembali ke konsumsi pondok, artinya akan menciptakan ketahanan yang ada di pondok, seperti ikan untuk konsumsi protein, ayam, sayuran yang di hidroponik dan lainnya.

"Untuk enterpreuner santri kelas X dan XI jadi kelas X mulai pengenalan misal hidroponik bagaimana mereka mulai mengenal dari perangkat hidroponik sampai  dia bisa menyemai, sampai dia bisa pindah tanam, seperti itu, nanti dikelas XI Selain menguasai itu dia sudah mulai belajar bagaimana memasarkan, kita kadang sekali-kali uji coba bagaimana memasarkan itu semua dari mulai panen, packing kemudian memasarkan," tandasnya.

Sedangkan untuk unit usaha baru yaitu usaha ayam Sentul, sejenis ayam kampung namun untuk  pemeliharaannya cukup pendek, yang disupport langsung oleh balai peternakan, ayam Sentul  akan panen hanya sekitar 
10 minggu, kualitas daging sama seperti ayam kampung karena jenis bulu dan sebagainya sama seperti ayam kampung.

Kemudian init usaha lainnya adalah guest house, yaitu sarana bagi orang tua santri yang datang dari jauh untuk menjenguk anaknya, sehingga mereka tidak perlu mencari hotel, menciptakan orang tua santri lebih mudah aksesnya untuk bertemu dengan santri. 

"Kan santri di sini juga jauh- jauh ada dari Jakarta, dari luar Jawa kan harus menginap dulu dimana, besoknya bisa ketemu. Kami kan di sini padat termasuk anak-anak itu jadi orang tua datang ketemu sebentar balik lagi karena terbatas waktunya, jadi harapan dengan guest house ini orang tua juga bisa nyaman disini meskipun santri gak bisa tidur disini, disini hanya untuk orang tua dan santri bertemu lebih leluasa, tapi ada batasan yaitu Santri tetap tidur di Pondok," tandasnya.

"Guest house ini sudah menginjak tahun kedua, ya ini panggungnya santri walaupun sederhana tapi bisa lebih memfasilitasi tamu dan nanti jadi keberkahan buat kita semua," pungkasnya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo Majalengka. KH. Asep Zaki Mulyatno menambahkan. Hadirnya sejumlah unit usaha di pesantren yang ia pimpin sebagai upaya mendidik para santri agar mampu beradaptasi dimasa mendatang.

"Kita terus berupaya  untuk mendidik santri, dengan keterampilan yang bermanfaat, agar kelak mampu beradaptasi pada masa nya," ujarnya.

Tags:    

Similar News